Sejak akhir November 2025, pelatih Indra Sjafri menentukan skuad final Timnas U-23 untuk SEA Games 2025. Dari daftar panjang pemain yang di panggil, semula 33 nama, kemudian terkoreksi menjadi 23 pemain sesuai regulasi kompetisi.
Selama masa pemusatan latihan (TC) di Jakarta dan Cibinong (Bogor), tim menjalani serangkaian latihan fisik, taktik, dan tentu chemistry tim. Latihan terakhir berlangsung di Stadion Madya, Jakarta, pada 26 November 2025, di mana sekitar 24 pemain ikut serta sebelum kemudian finalisasi skuad.
Menurut Indra Sjafri, penentuan pemain tak hanya berdasarkan potensi semata, melainkan juga performa, kesehatan dan kondisi terkini menjadi acuan utama.
Dengan demikian, pondasi tim, dari komposisi pemain hingga kesiapan fisik, telah di bentuk dengan seksama jauh sebelum keberangkatan ke Thailand.
Uji Coba Internasional: Tes Mental dan Taktik
Bagian penting persiapan Timnas U-23 adalah gelaran laga uji coba internasional. Sebagai tahap realistis, tim memilih lawan berat agar bisa diuji di level menantang.
Pada 15 dan 18 November 2025, Timnas U-23 menghadapi tim dari luar kawasan, Mali U-23, di Stadion Pakansari, Bogor. Dua laga ini efektif sebagai ajang pemanasan akhir sekaligus pengujian strategi dan kekompakan tim sebelum berangkat ke SEA Games.
Sebelumnya, tim juga telah menggelar uji coba melawan India U-23 pada Oktober 2025, sebagai bagian dari rangkaian persiapan intensif.
Strategi ini sesuai filosofi Indra: menghadapi lawan yang lebih kuat, setara, dan lebih lemah agar tim dibentuk dengan pengalaman beragam. Dengan cara ini, tim diharapkan tidak hanya siap secara fisik, tapi juga mental dan taktik.
Koordinasi PSSI & Dukungan Logistik: Persiapan Non‑Teknis yang Tak Kalah Penting
Tak hanya soal lapangan, dukungan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga krusial. PSSI menyatakan telah fokus penuh mendukung Timnas U-23 untuk SEA Games 2025. Semua energi federasi di arahkan agar persiapan tim berlangsung maksimal.
Mulai dari aspek teknis, logistik, sampai administrasi keikutsertaan, semuanya di pastikan beres menjelang keberangkatan ke Thailand.
Baca Juga:
Evaluasi dan Strategi Timnas Indonesia U-23 Level-Up Demi Target Medali Emas
Penunjukan Indra Sjafri sebagai pelatih kepala tim di SEA Games bukan tanpa alasan. Pelatih asal Sumatera Barat itu sebelumnya mencetak sejarah gemilang bersama Garuda Muda di SEA Games 2023 dengan mendulang emas setelah 32 tahun puasa gelar. Kesuksesan itu membuat PSSI dan jajaran manajemen percaya penuh padanya untuk mengulang prestasi.
Suasana Terakhir Sebelum Berangkat: Mental, Semangat, dan Perubahan Jadwal
Jelang keberangkatan ke Thailand, di jadwalkan awal Desember 2025, suasana di skuad U-23 terlihat penuh antusiasme. Suporter La Grande Indonesia (LGI) datang memberikan dukungan langsung saat latihan terakhir, memberi semangat tambahan bagi para pemain.
Sebelum laga pertama melawan Filipina U-23 pada 8 Desember 2025 di Chiang Mai, setelah format grup diubah seiring mundurnya satu tim peserta, Indra menegaskan bahwa seluruh pemain sudah dalam kondisi optimal.
Perubahan format ini justru di anggap memberi “berkah”: tim punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri dengan matang.
Itu artinya, dari segi persiapan teknis dan non‑teknis, Timnas U-23 sudah masuk jalur yang benar, lengkap dengan skuad siap, mental tim yang terbangun, dan dukungan penuh dari federasi serta suporter.
Mengapa Semua Ini Penting untuk SEA Games 2025?
Persiapan matang dari berbagai aspek, pemilihan pemain, latihan fisik dan taktik, uji coba melawan lawan kuat, koordinasi logistik, hingga penyemangat dari suporter, menunjukkan bahwa Timnas U-23 tak main-main.
Dengan pondasi seperti ini, target untuk bersaing dan memperjuangkan medali di SEA Games 2025 terlihat realistis.
Lebih dari sekadar tampil, persiapan ini menunjukkan bahwa Timnas U-23, “Garuda Muda” ingin memastikan bahwa mereka datang bukan sebagai peserta isian, melainkan sebagai kandidat serius.