Pertandingan yang di gelar pada putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026 antara PSS Sleman dan Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sleman berakhir imbang tanpa gol (0‑0). Duel ini bukan sekadar laga biasa, tapi juga penentu arah persaingan di grup atas klasemen Liga 2 Indonesia musim ini.
Suasana Sebelum Pertandingan
Menjelang kickoff, tensi antara kedua tim sangat tinggi karena posisi klasemen yang tipis. PSS Sleman datang dengan ambisi menggeser posisi pemuncak, sementara Barito Putera ingin mempertahankan konsistensi hasil positif mereka.
Suporter tuan rumah sempat menghadirkan atmosfer kuat di tribun, tapi insiden penggunaan alat pemadam api ringan sempat membuat pertandingan terhenti beberapa menit dan berujung pelaporan dari manajemen klub.
Line‑Up & Formasi Awal
PSS Sleman tampil dengan formasi 4‑5‑1, menempatkan Ansyari Lubis mengandalkan penguasaan bola dari lini tengah dan kekuatan sayap lewat pemain seperti Terens Puhiri dan Gustavo Tocantins.
Sementara Barito Putera memakai formasi 4‑4‑2, mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik, dengan lini depan yang di sokong oleh Alexsandro dan Cornelius Stewart.
Babak Pertama: Dominasi Tuan Rumah
Dari awal, PSS terlihat lebih agresif. Penguasaan bola mencapai sekitar 61% terhadap Barito yang bermain lebih bertahan.
Momennya:
-
Peluang awal lahir dari sepakan jarak jauh dan serangan sayap yang di ciptakan para pemain PSS, namun Barito sukses meredam semua ancaman dengan blok rapat.
-
Barito sempat mencetak gol lewat Renan Alves, tapi di anulir karena posisi offside, jadi skor tetap 0‑0.
Intensitas tekanan tuan rumah memang lebih tinggi, tapi finishing yang kurang tajam menjadi kendala utama. PSS melepaskan banyak tembakan, tapi sedikit yang benar‑benar mengancam gawang lawan secara efektif.
Baca Juga:
10 Legenda Sepak Bola yang Menginspirasi Generasi Muda
Babak Kedua: Barito Curi Momentum
Memasuki babak kedua, Barito sedikit berani keluar dari cangkang pertahanannya. Strategi serangan balik yang di terapkan terlihat lebih berbahaya, meskipun PSS tetap dominan dalam penguasaan bola.
Beberapa momen penting:
-
Barito sesekali memanfaatkan umpan panjang dan transisi cepat untuk mencoba mengejutkan lini belakang Sleman.
-
PSS tetap menjaga ritme serangan, namun final pass atau penyelesaian akhir yang penting sering kurang presisi.
Kedua tim memiliki peluang, tapi tidak ada yang mampu mengubah skor hingga peluit panjang di bunyikan.
Statistik Kunci Pertandingan
Meski imbang 0‑0, statistik memperlihatkan:
-
PSS Sleman unggul penguasaan bola dan jumlah tembakan, namun rendahnya akurasi membuat mereka gagal mencetak gol.
-
Barito Putera efektif dalam menjaga struktur pertahanan dan memilih momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik.
Angka ini menunjukkan bahwa dominasi permainan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir jika eksekusi di depan gawang tidak maksimal.
Analisis Taktik PSS Sleman
PSS mencoba mendikte tempo sejak awal. Mereka menumpuk pemain di lini tengah untuk mengendalikan permainan, memaksimalkan sayap, serta sering mengandalkan upaya individu dalam menciptakan peluang. Strategi ini efektif untuk menekan lawan, tapi sayangnya kombinasi final pass kurang rapi sehingga sering gagal memaksimalkan bobot statistik menjadi gol.
Analisis Taktik Barito Putera
Di pihak Barito, taktik bersandar pada pertahanan rapat dengan transisi cepat terbukti mampu meredam dominasi PSS sepanjang 90 menit. Serangan balik menjadi senjata utama, dan pemain lini tengah Barito berhasil memutus alur serangan tuan rumah kapan pun momentum memungkinkan. Strategi ini membuat PSS kesulitan mencetak gol sekaligus menjaga jarak poin di klasemen.
Dampak Hasil & Posisi Klasemen
Hasil imbang ini membuat persaingan di puncak klasemen makin ketat:
-
Barito Putera tetap kuat di papan atas klasemen grup B dengan poin mereka.
-
PSS Sleman harus rela puas di posisi sedikit di bawahnya dan mengincar poin penuh di laga berikutnya untuk kembali ke jalur promosi.
Hasil ini jadi titik penting untuk kedua tim saat mereka bersiap memasuki putaran ketiga kompetisi.
Insiden & Suasana Stadion
Selain taktik dan performa di lapangan, pertandingan ini juga di warnai insiden ringan akibat penyalahgunaan alat pemadam api ringan oleh oknum suporter yang menyebabkan kepulan asap. Klub kemudian menindaklanjuti ini melalui jalur hukum.
Dengan alur permainan yang sengit dan taktik berbeda dari kedua pelatih, imbang 0‑0 ini mencerminkan betapa ketatnya persaingan di Liga 2 musim ini antara dua kandidat kuat promosi.